Virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Hampir semua virus dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri(bakteri filter) Ilmu tentang Virus disebut Virologi A.SEJARAH PENEMUAN VIRUS - Penemuan virus dimulai oleh penelitian Dimitri Ivanowsky (1892) dari Rusia tentang penyakit tembakau yang disebut mozaik tembakau. Penyakit ini memiliki tanda berupa bercak kuning pada daun tembakau. Ivanowsky menduga penyebab penyakit tersebut adalah bakteri - M. Beyerinck dari Belanda (1899) adalah ilmuwan yang menemukan virus, sewaktu meneliti penyakit mozaik daun tembakau. Dari percobaan yang dilakukannya Beyerinck menduga bahwa “bakteri” penyebab mozaik tembakau berukuran sangat kecil - Wendell M. Stanley (1935) seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan virus penyebab penyakit mozaik daun tembakau (virus TMV = Tobacco Mozaic Virus). B. CIRI-CIRI VIRUS 1. Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel (bersifat aseluler) karena tidak memiliki protoplasma dan organel sel 2. Virus hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (ARN atau ADN) di bagian dalamnya. 3. Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus, kita mengenal virus ADN dan virus ARN. 4. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). 5. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru, berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi 6. Jika berada diluar organism virus akan membentuk Kristal 7. Memiliki ukuran ultra mikroskopik dan lebih kecil dari bakteri, yaitu sekitar 20 – 300 milimikron Beberapa ahli masih berbeda pendapat tentang virus, apakah virus termasuk benda mati ataukah makhluk hidup. Virus dianggap benda mati karena dapat dikristalkan dan bersifat aseluler (bukan sel) Virus dianggap makhluk hidup karena dapat bereproduksi di dalam organisme. C. BENTUK VIRUS Bentuk virus bermacam-macam, ada yang memanjang (batang), oval, bulat, dan seperti huruf T (virus T). D. STRUKTUR VIRUS Satu unit lengkap virus yang mampu menginfeksi organism disebut Virion. Virus terdiri 2 bagian yaitu: 1. Ba 2. Bagian luar atau selubung yang disebut kapsid berupa protein. Unit protein yang menyusun kapsid disebut kapsomer Berdasarkan asam nukleat yang dikandungnya, virus dibedakan menjadi virus DNA dan Virus RNA. Virus yang menyerang manusia umumnya merupakan virus RNA, contohnya virus influenza Di dalam isi virus terdapat beberapa enzim Virus yang menyerang bakteri disebut Bacteriofag (disingkat FAGE) dan berbentuk T. Virus T memiliki bagian-bagian: 1. Kepala, yang terdiri atas DNA di dalam dan kapsid di bagian luar 2. Leher 3. Selubung ekor 4. Serabut ekor, yang berfungsi untuk melekatkan diri pada inangnya 5. Bagian dasar ( Baseplate) E. REPRODUKSI VIRUS Virus dapat berkembang biak jika berada di dalam tubuh makhluk hidup. Hal ini karena virus tidak dapat melakukan metabolism menghasilkan senyawa-senyawa yang digunakan untuk menghasilkan virus baru. Oleh karena itu virus harus mengambil senyawa-senyawa tersebut dari tubuh inangnya. Jika dianalogikan, ketika menyerang inangnya maka virus seperti penjajah yang akan menguasai tubuh inang tersebut dan mengambil senyawa-senyawa yang dibutuhkan dalam membentuk virus-virus baru. Berdasarkan tahap-tahapannya, reproduksi virus dibedakan menjadi 2 yaitu: 1. Daur Litik 2. Daur Lisogenik Daur Litik Tahap pada daur litik yaitu: 1. Fase Adsorbsi Virus melekatkan diri pada inang dengan menggunakan serabut ekornya 2. Fase Penetrasi/Injeksi Virus menyuntikkan isi berupa DNA ke dalam sel inang, selubung virus tertinggal diluar 3. Fase Eklipase Setelah DNA virus masuk ke dalam inang, DNA akan mengambil alih fungsi DNA baktri (inang) 4. Fase Sintesis DNA virus mengontrol inang dan mengambil senyawa-senyawa inang untuk membentuk komponen tubuh (kepala, ekor) 5. Fase Perakitan/Assembling Komponen yang telah dibentuk dirakit menjadi virus-virus baru 6. Fase Lisis Virus-virus baru semakin menekan dinding bakteri sehingga dinding bakteri pecah (lisis) dan viru-virus tersebut keluar dari tubuh inangnya Daur lisogenik Tahap pada daur lisogenik yaitu: 1. Fase Adsorbsi Virus melekatkan diri pada inang dengan menggunakan serabut ekornya 2. Fase Injeksi/Penetrasi Virus menyuntikkan isi berupa DNA ke dalam sel inang, selubung virus tertinggal diluar 3. Fase Penggabungan DNA virus bergabung denganDNA bakteri /Plasmid membentuk Profage, DNA virus menjadi tidak aktif 4. Fase Pembelahan DNA bakteri melakukan replikasi, dilanjutkan pembelahan sel bakteri. DNA virus yang bergabung dengan DNA bakteri juga ikut melakukan replikasi. Dua sel baktri hasil pembelahan akan memiliki profage (Gabungan DNA bakteri danDNA virus) 5. Fase Sintesis DNA virus menjadi aktif dan mengontrol inang. Virus mengambil senyawa-senyawa inang untuk membentuk komponen tubuh (kepala, ekor) 6. Fase Perakitan Komponen yang telah dibentuk dirakit menjadi virus-virus baru 7. Fase Lisis Virus-virus baru semakin menekan dinding bakteri sehingga dinding bakteri pecah (lisis) dan viru-virus tersebut keluar dari tubuh inangnya F. PERANAN VIRUS BAGI KEHIDUPAN 1. PERAN YANG MERUGIKAN Pada Bakteri : 1.1. Bakteriofage (virus yang menyerang bakteri, contohnya bakteri Eschericia coli) Pada Tumbuhan : 2.1. Virus TMV (Tabacco Mozaik Virus) penyebab mozaik pada daun tembakau. 2.2. Virus Tungro: penyebab penyakit kerdil pada padi. Penularan virus ini dengan perantara wereng coklat dan wereng hijau. 2.3. Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) menyerang tanaman jeruk Pada Hewan : 3.1. Virus NCD (New Castle Disease) penyebab penyakit tetelo pada ayam dan itik. 3.1 FMD (Foot and Mouth Disease) Pada Manusia : 4.1. Virus Hepatitis, penyebab hepatitis (radang hati), yang paling berbahaya adalah virus Hepatitis B. 4.2. Virus Rabies >> penyebab rabies 4.3. Virus Polio >> penyebab polio 4.4. Virus Variola dan Varicella >> penyebab cacar api dan cacar air 4.5. Virus Influenza >> penyebab influensa 4.6. Virus Dengue >> penyebab demam berdarah 4.7. Virus HIV >> penyebab AIDS 2. PERAN MENGUNTUNGKAN a. Pembuatan vaksin Vaksin pertama yang ditemukan oleh manusia adalah vaksin cacar, ditemukan oleh Edward Jenner (1789), sedangkan vaksinasi oral ditemukan oleh Jonas Salk (1952) dalam menanggulangi penyebab polio. Manusia secara alamiah dapat membuat zat anti virus di dalam tubuhnya, yang disebut Interferon, meskipun demikian manusia masih dapat sakit karena infeksi virus, karena kecepatan replikasi virus tidak dapat diimbangi oleh kecepatan sintesis interferon. b. Pembuatan antitoksin c. Melemahkan bakteri
Read More..Jumat, 30 Desember 2011
Obyek dan Permasalahan yang Dikaji dalam Biologi
Objek dan permasalahan yang dikaji dalam biologi adalah makhluk hidup beserta kehidupannya dan faktor2 pendukung kehidupannya. Objek Biologi Biologi mempelajari kehidupan pada beberapa tingkatan organisasi, yaitu: 1. Molekul 2. Sel 3. Jaringan 4. Organ 5. Sistem Organ 6. Individu 7. Populasi 8. Komunitas 9. Ekosistem 10. Bioma 11. Biosfer 1. Molekul Molekul adalah sekelompok atom (paling sedikit dua) yang berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral. Struktur dan fungsi molekul menyusun komponen2 pembentuk sel. Contoh: molekul protein, fosfolipid, kolesterol, karbohidrat, air dan ion-ion lain merupakan komponen penyusun membran sel. 2. Sel Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari kehidupan 3. Jaringan Jaringan yaitu Kumpulan dari beberapa sel yang mempunyai bentuk, susunan dan fungsi yang sama. Contoh Pada tumbuhan : jaringan parenkhim, epidermis, pengangkut xilem floem, jaringan tiang Pada hewan : jaringan otot, jaringan epidermis, jaringan tulang, jaringan syaraf 4. Organ Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang berbeda dan menjalankan fungsi yang sama. Contoh: Pada tumbuhan : akar, batang, daun, bunga, buah, biji Pada hewan : hati, paru-paru, telinga, mata dll 5. Sistem organ Sistem organ adalah beberapa organ yang memiliki satu fungsi/kerja tertentu Contoh: sistem peredaran darah, sistem pernafasan, sistem pencernaan dll. 6. Individu Individu merupakan organisme tunggal yang tersusun oleh kumpulan sistem organ 7. Populasi Populasi adalah kumpulan individu atau species yang sejenis yang menempati suatu habitat (tempat hidup) dan dalam waktu tertentu. Contoh: populasi rusa 8. Komunitas Komunitas adalah berbagai jenis (species) makhluk hidup yang saling berinteraksi dan menempati lingkungan dalam waktu yang sama. Contoh: komunitas kolam, komunitas sawah 9. Ekosistem Ekosistem adalah intraksi antara makhluk hidup yang berada di suatu wilayah tertentu (komunitas) dengan lingkungan abiotiknya. Ekosistem dibentuk oleh beberapa macam populasi yang berinteraksi dengan lingkungan tempat mereka hidup, atau interaksi (hubungan timbal balik) antara komponen biotik (MH) dengan komponen Abiotik (lingkungan). 10. Bioma Bioma merupakan satuan daerah daratan yang luas yang dibentuk oleh ekosistem dalam skala besar yang terjadi karena adanya interaksi iklim dengan keaneragaman makhluk hidup yang khas (yang dominan). Contoh : Bioma tundra, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis Tundra adalah daerah dengan suhu lingkungan rendah dan tanpa pohon. Pada area ini, mayoritas tumbuhan yang hidup biasanya berupa lumut, rerumputan,.Tundra biasanya hidup di daerah dingin. Taiga adalah hutan yang terdiri atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya(tumbuhan evergreen). Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, beruang, rubah, serigala, ajax, dan burung-burung yang bermigrasi pada musim gugur. Taiga banyak ditemukan di belahan bumi utara, contohnya di Rusia dan Kanada. Bioma Taiga merupakan bioma terluas dari bioma-boma lain yang ada di bumi. 11. Biosfer Biosfer adalah bumi tempat tinggal makhluk hidup, merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang paling tinggi. Permasalahan Biologi Kehidupan manusia tidak terlepas dari permasalahan, diantaranya permasalahan yang berhubungan dengan biologi. Luasnya kajian ilmu biologi seperti disebutkan dalam tingkatan organisasi kehidupan menunjukkan bahwa permasalahan manusia yang berhubungan dengan biologi juga sangat luas. Bacalah artikel berikut ini! Saat muda, pembentukan sel tulang baru lebih cepat daripada penghancuran tulang tua sehingga kepadatan tulang masih terjaga. Setelah usia 30 tahun yang terjadi penghancuran sel tulang tua lebih cepat daripada pembentukan sel tulang baru. Semakin tinggi kepadatan tulang, semakin kecil kemungkinan untuk mengalami osteoporosis yaitu, suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Seperti dikutip dari MayoClinic, Minggu (24/7/2011), memahami bagaimana diet, aktivitas fisik dan faktor gaya hidup lainnya dapat membantu menjaga kesehatan tulang (http://www.detikhealth.com/) Pada tingkatan organisasi kehidupan apakah permasalahan pada artikel di atas? Artikel di atas membicarakan tentang tulang. Tulang merupakan objek biologi pada tingkat jaringan.
Read More..RUANG LINGKUP BIOLOGI
Karakteristik Biologi Sebagai Ilmu BIOS = HIDUP LOGOS = PENGETAHUAN Biologi adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari tentang mahluk hidup Jadi Biologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling dekat dengan kehidupan. Biologi merupakan bidang ilmu yang luas, bagian dari IPA serta berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain contohnya fisika, kimia. Geografi . Sains Biologi termasuk dalam ilmu Sains Sains adalah ilmu pengetahuan tentang fenomena-fenomena /kejadian-kejadian di alam untuk mempempelajari alam apa adanya Ciri-ciri ilmu pengetahuan alam (SAINS) termasuk biologi yaitu: 1. Objek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera 2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata) 3. Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku 4. Menggunakan cara berpikir logis, yang bersifat deduktif artinya berpikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifat induktif berarti berpikir dengan menarik dari hal-hal umum menjadi khusus 5. Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan pelaku (subyektif) 6. Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun diberlakukan. Ruang lingkup Biologi Berdasarkan struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer 1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa: 1. Kingdom animalia 2. Kingdom plantae 3. Kingdom fungi 4. Kingdom protista 5. Kingdom eubacteria 6. Kingdom archaebacteria Pembahasan permasalahan biologi meliputi 9 tema dasar yaitu: 1. Biologi (sains) sebagai proses inkuiri 2. Sejarah konsep biologi 3. Evolusi 4. Keanekaragaman dan keseragaman 5. Genetika dan kelangsungan hidup 6. Organisme dan lingkungan 7. Perilaku 8. Struktur dan fungsi 9. Regulasi Ditinjau tingkat organisasi kehidupan, pembahasan biologi dimulai dari: 1. Molekul (virus) 2. Sel (protozoa, bakteri dan tumbuhan uniseluler) 3. Jaringan (porifera & coelenterata) 4. Organ (hati, ginjal, dll) 5. Sistem organ (sistem sirkulasi, sistem transportasi, dll) 6. Individu (manusia) 7. Populasi (kumpulan individu yang sama di daerah yang sama) 8. Komunitas (kumpulan beberapa populasi) 9. Ekosistem (kumpulan beberapa komunitas dengan lingkungan abiotiknya) 10. Bioma (ekosistem dalam skala yang luas) 11. Biosfer (kumpulan seluruh bioma dipermukaan bumi). Manfaat Biologi Ilmu biologi memiliki banyak manfaat, diantaranya: Bidang Pertanian 1. Penemuan bibit unggul dan pola pemupukkan yang sesuai dapat meningkatkan produksi pertanian 2. Melalui rekayasa genetika dapat diciptakan jenis tanaman budidaya yang mampu menghasilkan insektisida sendiri (apel, pir, kol,brokoli, kentang), buah-buahan tanpa biji (semangka, pepaya, jeruk, anggur) 3. Melalui teknik kultur jaringan tanaman unggul dapat dibudidayakan/diperbanyak dalam waktu yang singkat.(kelapa sawit, anggrek, pisang, wortel). Bidang Industri Makanan 1. Pemanfaatan beberapa jenis mikroorganisme dalam industri makanan, sehingga makanan yang dihasilkan bersifat tahan lama, memiliki rasa yang disukai, serta memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contoh: nata de coco, roti, keju, tempe, tape, kecap, anggur. Bidang Kedokteran 1. Ditemukan metode transplantasi (pencangkokan) organ bagi seseorang yang mengalami kerusakan atau disfungsi organ tubuhnya. 2. Dengan dipelajarinya berbagai macam virus (virologi) membantu manusia untuk menciptakan berbagai macam vaksin dari virus itu sendiri 3. Penemuan teknik bayi tabung membantu masalah pasutri yang tidak memiliki keturunan 4. Mikrobiologi kedokteran telah berhasil menemukan berbagai macam antibiotik untuk berbagai macam bakteri penyebab penyakit. Bidang Peternakan 1. Dengan adanya ilmu anatomi dan fisiologi hewan ditemukan teknik inseminasi (kawin suntik) yang bertujuan untuk mendapatkan hewan ternak dengan kualitas yang baik serta produksi yang meningkat 2. Teknik vertilisasi in vitro . Embrio ternak yang unggul dihasilkan di luar uterus dalam jumlah tertentu, dan disimpan dalam jangka waktu tertentu pada nitrogen cair dengan suhu 196oC, kemudian dapat diimplantasikan ke induk betina tidak unggul dari spesies yang sama dengan demikian akan cepat diperoleh banyak ternak unggul. Cabang Biologi Karena ruang lingkup yang luas maka ilmu biologi berkembang membentuk cabang-cabang ilmu biologi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yaitu: tingkat organisasi kehidupan, kelompok organisme, aspek kehidupan atau kaitannya dengan ilmu lain (sebagai ilmu campuran, terapan). Contoh cabang biologi antara lain: Taksonomi (mempelajari pengelompokan organisme berdasarkan persamaan dan perbedaan) Virologi (mempelajari virus) Mikrobiologi (mempelajari mikroorganisme) Mikologi (mempelajari jamur, ragi dan kapang) Botani (mempelajari tumbuhan): pteridologi (paku), bryologi (lumut). Zoologi (hewan): entomologi (serangga), iktiologi (ikan), herpetologi (reptil dan amfibi), ornitologi (unggas/burung), mamologi (mamalia) Contoh cabang biologi yang lain : 1. Sitologi 2. Histologi 3. Morfologi 4. Anatomi 5. Genetika 6. Fisiologi 7. Taksonomi 8. Ekologi 9. Evolusi Metode Ilmiah Metode ilmiah adalah langkah-langkah yang dilakukan secara berurutan dan sistematis untuk mendapatkan pengetahuan. Langkah-Langkah dalam metode ilmiah yaitu: 1. Observasi/Pengamatan (untuk Menemukan Masalah) 2. Merumuskan Masalah 3. Kajian Pustaka 4. Mengajukan Hipotesis 5. Melakukan Percobaan/Eksperimen 6. Menarik Kesimpulan Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan yang spesifik. Contoh : Bagaimanakah pengaruh dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan tanaman jagung? Hipotesis adalah Jawaban sementara dari rumusan masalah. Untuk menjawab jawaban sementara (HIPOTESIS)maka perlu diadakan percobaan/Eksperimen. Variabel Variabel adalah faktor yang mempengaruhi eksperimen yang memiliki ukuran dan dapat diukur. Macam Variabel: 1. Bebas/Manipulasi yaitu faktor yang diubah oleh sang peneliti (dosis pupuk) 2. Terikat/Respon yaitu Faktor yang berubah tergantung perubahan variabel bebas (pertumbuhan tanaman) 3. Kontrol yaitu faktor yang Sengaja tidak diberi perlakuan untuk pembanding Macam Hipotesis: 1. Hipotesis Nol (H0), yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel rspon 2. Hipotesis Alternatif (Ha), yaitu hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel respon Ha dibedakan menjadi 2 yaitu: a. Ha positif, yaitu adanya pengaruh baik dari variabel bebas terhadap variabel respon b. Ha negatif, yaitu adanya pengaruh buruk/jelek dari variabel bebas terhadap variabel respon Perhatikan contoh berikut! Observasi : Orang tua laras memiliki pekarangan yang cukup luas dan oleh ayahnya ditanami dengan tumbuhan mahoni. Laras mengamati tanaman mahoni tersebut tidak tumbuh dengan baik. Laras mengamati ayahnya tidak pernah memberi pupuk pada tanaman tersebut. Laras berpikir pupuk apakah yang tepat untuk tanaman mahoni? Merumuskan Masalah: Bagaimanakah pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan tanaman mahoni? Kajian Pustaka: Laras mencari literatur/buku maupun dari internet tentang pupuk dan tanaman mahoni Menentukan variabel : Variabel bebas : macam pupuk Variabel respon : pertumbuhan tanaman mahoni Contoh variabel kontrol : tanah, air, jenis tanaman mahoni, dosis pupuk Hipotesis: Ho : Tidak ada pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan tanaman mahoni Ha : Ada pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan tanaman mahoni Ha positif : Pupuk mempercepat pertumbuhan tanaman mahoni Ha negatif : Pupuk memperlambat pertumbuhan tanaman mahoni Eksperimen: Macam tampilan data Dalam menampilkan data hasil penelitian, dapat digunakan grafik, antara lain: 1. Grafik batang, (seperti contoh penelitian di atas) 2. Grafik kurva 3. Grafik serabi/Pie Sikap Ilmiah Ilmuwan harus bersikap ilmiah: 1. Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi 2. Mengembangkan keingintahuan 3. Kepedulian terhadap lingkungan 4. Berpendapat secara ilmiah dan kritis 5. Berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab terhadap usulan tersebut 6. Bekerja sama 7. Jujur terhadap fakta 8. Disiplin dan tekun Ilmuwan harus dapat membedakan antara fakta dengan opini 1. Fakta: Informasi yang diperoleh dari bukti-bukti pada data. 2. Opini * Pendapat mengenai peristiwa tertentu. * Opini dapat berdasarkan fakta atau tidak. Dan berdasarkan fakta pun opini biasanya tidak ada data spesifik.
Read More..Selasa, 13 April 2010
Kamis, 11 Maret 2010
Selasa, 29 Desember 2009
Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam :
1 Jaringan Epidermis
jaringan-epidermis
Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya.
2. Jaringan Parenkim
jaringan-perenkim
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:
1. Parenkim asimilasi (klorenkim).
2. Parenkim penimbun.
3. Parenkim air
4. Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
1. Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
2. Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
3. Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
4. Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
3. Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon. Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
a. Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
b. Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu.
Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam: trakea dan trakeid.
Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
5. Jaringan Gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.
Meristem
Jaringan meristem
Definisi Jaringan
Jaringan yaitu sekumpulan sel yang mempunyai bentuk, fungsi, dan sifat-sifat yang sama.
Macam Jaringan
Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai ciri yang sama dalam hal bentuk , struktur, dan fungsi sehingga mudah dikenali. Jaringan tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Jaringan Maristem
Jaringam meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif membelah.
Ciri-ciri sel yang menyusun jaringan meristem adalah:
1. ukuran selnya kecil
2. sel berdinding tipis
3. mempunyai nukleus yang relatif besar
4. vakuola berukuran kecil
5. banyak mengandung sitoplasma
6. selnya berbentuk kubus.
Berdasarkan asal pembentukannya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu :
1. Promeristem. ;
2. Meristem primer.
3. Meristem skunder.
1. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan embrio.
Contoh: ujung batang, ujung akar. Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang.
2. Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus.
Pertumbuhan jaringan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Contoh jaringan meristem skunder yaitu kambium.
Kambium adalah lapisan sel-sel tumbuhan yang aktif membelah dan terdapat diantara xilem dan floem.
Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae(tumbuhan berbiji terbuka ).
Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu.Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.
3. Jaringan promeristem
Promeristem adalah jaringan meristem yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.
• Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral:
1. Meristem apical .
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
Letak : Ujung akar & batang
Fungsi : Memperpanjang ujung
2. Meristem interkalar .
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
Letak : Tepi Batang & akar
Fungsi : Meningkatkan diameter
3 .Meristem lateral.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.
Letak : Pangkal ruas batang Pertumbuhan
Fungsi : Memperpanjang ruas
Senin, 28 Desember 2009
Rabu, 25 November 2009
Selasa, 17 November 2009
Struktur dan fungsi sel

Latihan soal struktur dan fungsi sel
Teori Sel
1. Pada awal abad 17, Galileo Galilei dengan alat dua lensa, ia menggambarkan struktur tipis dari mata serangga berupa pola geometri.
2. Pada pertengahan abad Robert Hook, seorang kurator dari Inggris melihat gambaran dari suatu sayatan tipis gabus suatu kompartemen atau ruang-ruang.
3. Disebutnya struktur yang dilihatnya itu dengan nama Latin yaitu cellulae (yang berarti ruangan kecil), itulah asal kata ‘sel’ berasal
4. Pada akhir tahun 1600-an Antony van Leeuwenhoek, seorang penjaga toko bangsa Belanda, dan trampil menyusun lensa-lensa hingga dapat digunakan untuk melihat dan mengamati beragam protista, spermatozoa, bahkan bakteri, organisme kecil yang tidak dapat dilihat lagi dua abad kemudian.
5. Tahun 1820-an, peningkatan pada desaian lensa terjadi dan membawa sel menjadi lebih dapat terfokus diamati. Robert Brown, seorang ahli botani, mengamati adanya titik buran yang selalu ada pada sel telur, sel polen atau serbuk sari, sel dari jaringan anggrek yang sedang tumbuh. Dia menyebut titik itu sebagai ‘nukleus’.
6. Pada tahun 1838 Matthias Schleiden, juga seorang ahli botani, berpendapat bahwa nukleus dan perkembangan sel erat hubungannya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Schleiden menyimpulkan bahwa masing-masing sel tanaman mengarah ke suatu kehidupan ganda, satu tergantung pada kehidupannya sendiri dan yang lain sebagai bagian integral tanaman.
7. Pada tahun 1839, Theodor Schwann, seorang ahli zoologi, berdasarkan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun terhadap struktur dan pertumbuhan jaringan hewan, mengemukakan bahwa hewan sama seperti tanaman terdiri atas sel dan produk-produk sel. Dan bahwa walaupn sel adalah bagian dari organisme, mereka pada tingkat tertentu adalah kehidupan tersendiri.
8. Satu abad kemudian Rudolf Virchow, seorang ahli fisiologi, melaporkan hasil penelitiannya mengenai pertumbuhan dan reproduksi sel bahwa sel membelah menjadi dua sel. Setiap sel berasal dari sel yang sudah ada.
9. Analisis mikroskopis (hasil penelitian pada pertengahan abad 19) membuktikan bahwa sel adalah unit terkecil kehidupan, dan bahwa kehidupan yang berlangsung terus menerus berasal dri pertumbuhan dan pembelahan sel tunggal. Konsep-konsep tersebut menjadi teori sel.
10. semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel
11. sel adalah unit terkecil yang memiliki semua persyaratan hidup
12. keberlangsungan kehidupan secara langsung berasal dari pertumbuhan dan pembelahan sel tunggal
Kamis, 16 April 2009
Jamur
Ciri-ciri umum jamur antara lain
Sel jamur bersifat eukariotik (mempunyai selaput inti)
Memiliki dinding sel yang mirip dengan dinding sel tumbuhan
Bersifat heterotrof (tidak dapat mensintesis makanan sendiri)
Tidak mengandung klorofil
Bersifat kosmopolit yaitu dapat hidup semua tempat terutama tempat yang lembab
Berdasarkan bentuk sel dan struktur, jamur dibedakan
Khamir (bersel tunggal)
Kapang (berbentuk filamen)
Cendawan (berfilamen dan membentuk tubuh buah)
Beberapa contoh jamur yang menguntungkan antara lain:
Rhizopus: Pembuatan Tempe
Mucor: Pembuatan Roti (Kapang Roti)
Saccharomyces: Pembuatan Roti
Penicilium: Antibiotik
Aspergilus Wentii: Pembuatan Kecap
Beberapa contoh jamur yang merugikan antara lain:
Candida: Infeksi Kulit dan Saluran Pernafasan
Pucinia graminis: Menyebabkan Infeksi Pada Biji-Bijian
Fusarium: Menyebabkan Daun Mengulung Pada Kentang dan Tomat
Aspergillus Flavus: Menimbulkan Penyakit yang menyerang paru-paru
Read More..


